PENCUCIAN SPERMA (SPERM WASHING)

Ditulis oleh : - Diterbitkan : Rabu - Dibaca : 1077


Teknologi reproduksi saat ini berkembang sangat pesat. Teknologi tersebut pada awalnya ditujukan untuk peningkatan sifat reproduksi, mulai bergeser ke arah teknologi reproduksi. Salah satu teknologi reproduksi yang telah dikembangkan adalah peningkatan kualitas sperma yang disebut pencucian sperma (sperm washing).

Pencucian sperma (sperm washing) adalah proses dimana individual sperma dipisahkan dari semen. Semen adalah sekresi kelamin jantan yang secara normal diejakulasikan ke dalam saluran kelamin betina saat kopulasi. Semen terdiri atas sel sperma dan cairan (plasma) semen. Seminal plasma adalah suatu komponen essensial yang berfungsi pembawa dan pelindung sperma dan merupakan suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar prostat, vesicular dan kelenjar bulbouretralis yang dituangkan ke dalam uretra.

Tujuan dari pencucian sperma (sperm washing) adalah untuk memilih sperma yang baik dan mempunyai gerakan yang gesit.

Metode yang digunakan dalam pencucian sperma adalah antara lain simple washing, swim up,  dan metode density gradient column. Metode simple washing merupakan metode yang sederhana berupa mencuci semen dalam media kultur dengan sentrifus dan mengumpulkan pellet dimana pellet spermatozoa yang terbentuk yang akan dievaluasi kualitasnya. Metode swim up dengan teknik layering merupakan medium kultur spesial yang diletakkan di bagian atas tabung untuk melakukan washing semen. Kualitas sperma yang baik akan berenang ke atas permukaan medium kultur selama 45 – 60 menit , sperma yang ada dipermukaan diambil dan dievaluasi kualitasnya. Metode yang lain adalah dengan menggunakan density gradient column, dengan cara ini dibuat gradient densitas dan memisahkan spermatozoa dengan al at sentrifugasi. Pelet spermatozoa yang dihasilkan dievaluasi kualitasnya. Metode ini efektif sebagai alat filtrasi spermatozoa secara bertahap, untuk memisahkan spermatozoa dari plasma semen, debris dan sel-sel epitel. Spermatozoa hasil washing dengan metode ini lebih bersih. Metode density gradient column ini paling banyak digunakan dan telah terbukti lebih efektif serta efisien dibandingkan metode swim up.

Pencucian sperma (sperm washing) dipakai dalam inseminasi buatan menggunakan Teknik Inseminasi Intra uterus atau Intra Uterine Insemination (IUI) dan In Vitro Fertilization (IVF). Pencucian sperma (sperm washing) bermanfaat dalam penangan infertilitas.

Penulis : Drh. Dwi Utami / Medik Veteriner Muda