Excellence Services

Ditulis oleh : Apep Rudi Priatna - Diterbitkan : Jumat, 2 Juni 2017 - Dibaca : 787


Oleh:  Wiyah Sabarini, A.Md (Wasbitnak Pelaksana Lanjutan)

 

BIB Lembang sebagai abdi masyarakat yang dalam perjalanannya selama 40 tahun berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat Indonesia terus memperbaiki diri dari tahun ke tahun. Pada awal berdiri BIB Lembang yang mendapat mandat pemerintah untuk memproduksi dan distribusi semen beku, dalam perkembangannya tugas tersebut  terus berkembang berupa pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya sebatas produksi dan distribusi semen beku saja. Adapun tugas tersebut diantaranya berupa layanan pengujian semen beku, layanan penelitian dan layanan pendidikan serta layanan pelatihan sumber daya manusia seperti Bimtek IB, PKb dan ATR serta Handling Semen.

Untuk mendukung semua kegiatan tersebut tentunya diperlukan SDM yang berkualitas agar semua kegiatan tersebut dapat berjalan baik dan diterima oleh masyarakat. Oleh sebab itu BIB Lembang terus meningkatkan diri sebagai abdi masyarakat seperti mengirim stafnya untuk mengikuti program pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ataupun untuk mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan oleh instansi lain maupun melakukan pelatihan in house training bagi pegawainya. Tentunya setelah mengikuti semua kegiatan tersebut diharapkan adanya peningkatan kapasitas dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam upaya mensukseskan semua itu  tentunya perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk hasil yang terbaik. Sarana yang dibutuhkan seperti perlunya tempat yang layak untuk peserta pelatihan selama mengikuti kegiatan, maka BIB Lembang melakukan rehab Mess Simmental menjadi Wisma Simmental yang awalnya hanya mampu menampung 8 orang menjadi bangunan dua lantai sehingga mampu menampung 24 orang.

Pengadaan Alat Monitoring Sistem Barcode juga dilaksanakan guna meminimalisir kesalahan dalam pemberian label terhadap semen segar yang dikoleksi. Dalam kerjanya Sistem Barcode ini adalah Jadwal ternak yang akan dikoleksi spermanya direkomendasikan oleh Bagian Pemeliharaan Ternak sesuai status kesehatan dan BCSnya. Setelah rekomendasi itu dikeluarkan maka ternak yang tidak terdapat dalam rekomendasi tersebut otomatis tidak terdaftar dalam jadwal penampungan pada hari bersangkutan sehingga tidak akan muncul barcode tersebut. Selain itu karena alat tersebut akan dioperasikan dengan cara langsung di scan pada masing masing eartag sehingga kesalahan dalam pemberian label pada tabung sperma segar yang telah dikoleksi otomatis tidak ada. Ini sangat penting karena BIB Lembang sebagai Balai nasional yang mendapat mandat untuk memproduksi semen beku tentunya tidak akan mengambil resiko adanya kesalahan dilapangan seperti pedet terlahir berbeda dengan tetuanya.

Peningkatan layanan penjualan semen beku kepada masyarakat maupun pelanggan setia semen beku BIB lembang pun terus diupayakan seperti kemudahan dalam proses pembelian. Untuk memanfatkan kemajuan tehnologi Penjualan sistem online atau e-katalog juga dilakukan walaupun  sementara ini baru ditujukan untuk Dinas Peternakan atau yang membidangi fungsi peternakan. Cara ini cukup diminati karena dalam sistem ini pembeli dapat dengan cepat melakukan transaksi dengan biaya yang lebih murah. Selain itu pembeli juga sebelumnya dapat memilih semen beku pesanannya sesuai dengan tampilan pejantan yang dinginkannya yang dapat dilihat pada website BIB Lembang dengan alamat www.banksperma.com

Moment terpenting juga terjadi pada tahun 2016 ini, tepatnya pada tanggal 19 Agustus terjadi pergantian pucuk pimpinan pada instansi ini. BIB Lembang yang selama 40 tahun selalu dipimpin oleh para LELAKI TANGGUH mendapat kesempatan untuk di pimpin oleh seorang SRIKANDI. Srikandi tersebut bernama IR. TRI HARSI, MP. Beliau terlahir di keluarga sederhana di Pati Jawa Tengah dari pasangan Bapak Suparman dan Ibu Sampi, dimana pada 26 Desember nanti genap berusia 51 tahun.

Mengawali karir sebagai CPNS pada tahun 1991 di Balai Embrio Ternak Cipelang tepatnya di kaki Gunung Salak, tentunya telah menjadikannya menjadi wanita perkasa. Melihat masih satu rumpun secara keilmuan dan teknis  dan berbekal pengalaman selama memimpin di BET Cipelang dalam kegiatan yang pernah di embannya tentunya akan mewujudkan Balai Inseminasi Buatan Lembang menjadi yang terbaik dan terdepan diantara instansi lain Lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. HARAPAN tentu harus selalu ada karena hanya dengan harapan dan KERJA KERAS semua keinginan akan TERWUJUD. Semoga momentum bersama SRIKANDI ini BIB Lembang dapat mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan populasi ternak, sehingga tidak terus ketergantungan terhadap impor dan dapat mensukseskan swasembada daging sapi dan kerbau sekaligus menjadikan Indonesia menjadi TUAN di NEGERI SENDIRI.